KEADAAN NEGARA INGGRIS SETELAH PERAG DUNIA II

KEADAAN NEGARA INGGRIS

Berakhirnya Perang Dunia II menyebabkan keadaan ekonomi dunia kacau.
Perang Dunia II telah mengeksploitasi banyak tenaga kerja, modal, dan biaya
perang sehingga ketika perang berakhir keadaan perekonomian sangat
berantakan. Lahirnya dua kekuatan adidaya setelah perang dunia dengan
sendirinya telah menyebabkan sistem ekonomi dunia terbelah menjadi dua.
Sistem ekonomi dunia setelah Perang Dunia II terdiri atas sistem ekonomi
kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi kapitalis cenderung berkiblat
dan didominasi oleh Amerika Serikat. Sistem ekonomi sosialis cenderung
berkiblat dan didominasi oleh Uni Soviet.
Negara-negara di Eropa Barat dan sebagian Asia, seperti Jepang, Singapura,
dan Korea selalu cenderung menggunakan sistem ekonomi kapitalis. Amerika
Serikat sebagai pemimpin kapitalis menyatakan bahwa sistem perekonomian
kapitalis merupakan sistem perekonomian terbaik di dunia.
Hal itu disebabkan sistem perekonomian kapitalis menekankan pada bentuk
persaingan bebas sesuai nilai liberal. Paham ekonomi kapitalis ini sangat
bertentangan dengan paham ekonomi sosialis. Paham ekonomi sosialis banyak
diterapkan di negara-negara Eropa Timur dan sebagian Asia, seperti Cina, Korea
Utara, dan Vietnam. Pada sistem ekonomi sosialis, peranan pemerintah sangat
mendominasi. Bahkan, campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian
wajib dilaksanakan. Hak milik perorangan atau pribadi sangat diabaikan.
Jadi, semua kegiatan itu dipusatkan dan diperuntukkan bagi negara.
Hancurnya perekonomian dunia menyebabkan Amerika Serikat dan Uni
Soviet sebagai negara adidaya tampil memberikan bantuan ekonomi. Namun,
kedua negara adidaya itu tidak sekadar memberi bantuan ekonomi. Dibalik
pemberian bantuan ekonomi tersebut, kedua negara adidaya juga memperluas
pengaruh ideologinya.
Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman dengan dibantu Menteri Luar
Negeri, Marshall menawarkan bantuan ekonomi ke sejumlah negara Eropa Barat.
Program bantuan ekonomi Amerika Serikat tersebut dikenal dengan nama
Marshall Plan yang dicetuskan pada tanggal 5 Juli 1947. Negara-negara Eropa
Barat yang menerima bantuan ekonomi melalui Marshall Plan harus bersedia
bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi secara
maksimal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan volume perdagangan.
Negara-negara Eropa Barat dengan memperoleh bantuan ekonomi
melalu Marshall Plan secara bertahap berhasil menata kembali keadaan
perekonomiannya. Bahkan, masyarakat Eropa Barat akhirnya dapat membentuk
suatu badan kerja sama ekonomi yang disebut Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE)
atau European Economic Community (EEC) pada tanggal 25 Maret 1957 di
Roma, Italia.
Di dalam pertemuan di Roma digariskan tujuan pembentukan Masyarakat
Ekonomi Eropa, antara lain:
a. meningkatkan perekonomian negara anggota melalui kerja sama yang
harmonis;
b. memperluas bidang perdagangan;
c. liberalisasi dalam perdagangan;
d. menjaga keseimbangan perdagangan di antara negara anggota;
e. menghapus semua rintangan yang menghambat laju perdagangan
antaranggota;
f. memperluas kerja sama perdagangan dengan negara lain.
Pada awalnya Masyarakat Ekonomi Eropa beranggotakan negara Jerman
Barat, Prancis, Italia, Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Namun, pada konferensi
MEE di Brusel, Belgia pada tanggal 22 Januari 1962 keanggotaannya bertambah
dengan masuknya Inggris, Irlandia, Denmark, dan Norwegia.
Amerika Serikat juga berusaha memperluas paham ideologinya ke wilayah
lainnya. Misalnya, Amerika Serikat juga berusaha mendekati negara Yunani
dan Turki agar bersedia bergabung dalam ideologi liberalisme kapitalisme. Negara
Turki dan Yunani setelah berakhirnya Perang Dunia II mengalami kehancuran
bangunan dan keadaan ekonomi yang parah luar biasa. Kebetulan dana yang
besar itu dimiliki oleh Amerika Serikat yang cepat tanggap menghadapi situasi
seperti itu. Paket bantuan ekonomi dari Amerika Serikat segera dikucurkan
kepada negara Yunani dan Turki. Paket bantuan ekonomi tersebut dinamakan
Truman Doctrine. Dengan demikian, Amerika Serikat satu per satu berhasil
meluaskan pengaruhnya ke seluruh wilayah Eropa.
Perang Dunia II tidak hanya berlangsung di Eropa, tetapi juga berlangsung
di wilayah Asia. Dengan begitu, setelah Perang Dunia II berakhir kerusakan
parah juga melanda wilayah Asia. Berbagai bangunan berantakan dan keadaan
ekonomi pun mengalami kelesuan seperti halnya wilayah Eropa.
Amerika Serikat begitu cepat tanggap dengan keadaan di wilayah Asia.
Amerika Serikat juga berusaha membantu keadaan negara-negara di wilayah
Asia melalui bantuan ekonomi dan militer. Paket bantuan Amerika Serikat
kepada negara-negara Asia disebut Mutual Security.
Melihat aksi Amerika Serikat, Uni Soviet sebagai kekuatan adidaya lainnya
mencoba memberi perhatian kepada negara-negara sekutunya di wilayah Eropa
Timur dalam bentuk bantuan ekonomi. Bantuan ekonomi yang maksudkan
untuk membendung meluasnya pengaruh liberalisme yang digagas oleh Menteri
Luar Negeri Uni Soviet, Molotov. Oleh karena itu, paket bantuan ekonomi dari
negara Uni Soviet untuk negara-negara Eropa Timur disebut Molotov Plan.
Dengan bantuan ekonomi tersebut, negara-negara di Eropa Timur berusaha
menata kembali keadaan ekonominya. Pada perkembangan selanjutnya, negaranegara
di Eropa Timur membentuk lembaga kerja sama ekonomi yang disebut
Commintern Economi (Comicon).
Negara-negara baru yang berada di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika
Latin merasa bimbang menghadapi besarnya pengaruh dua negara adidaya
tersebut. Negara-negara baru itu memang membutuhkan bantuan ekonomi yang
tidak sedikit untuk membangun. Namun, di sisi lain mereka juga tidak ingin
terjebak untuk mengikuti ideologi kapitalisme atau komunisme. Ada di antara
negara-negara baru merdeka tersebut yang berusaha memperbaiki keadaan
dengan kekuatan sendiri, tetapi ada pula yang berusaha memperbaiki dengan
menjalin hubungan dengan bekas negara penjajahnya. Mereka berpikir yang
terpenting tidak masuk dalam blok kapitalis atau blok komunis. Namun, negaranegara
yang baru merdeka tersebut tidak jarang terjebak juga untuk memilih
ikut blok kapitalis atau komunis.
British Commonwealth atau Persemakmuran Inggris merupakan contoh
ikatan yang masih dilakukan antara negara Inggris dan negara bekas jajahannya.
Mereka menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: